skip to main |
skip to sidebar
A. Pengertian Arsitektur Komputer
Desain arsitektur komputer adalah perancangan bagaimana sistem akan didistribusikan di antara komputer-komputer yang ada dan perangkat lunak dan perangkat keras apa yang akan digunakan untuk masing-masing komputer. Dalam desain arsitektur terdapat 2 hal yang perlu diperhatikan yaitu (Alfatta, 2007):
1. Spesifikasi dari perangkat lunak dan perangkat keras
2. Deskripsi detail dari komponen perangkat lunak atau perangkat keras
Tujuan dari desain arsitektur komputer sendiri adalah untuk menentukan komponen perangkat lunak mana yang akan diinstal ke perangkat keras yang tersedia.
B. Struktur Kognisi Manusia
Cognitive-structural theories look at the way people think. It should be noted, though, that these theories are not concerned with what people think, just how. (Evans, et al., 1998, Pascarella & Terenzini, 2005).
A cognitive structure is the mental representation of an object or idea (John, J.S., 1991).
Dapat disimpulkan bahwa struktur kognitif merupakan representasi mental terhadap objek atau ide. Struktur kognitif tidak berfokus pada apa yang manusia pikirkan, tapi bagaimana manusia berpikir.
C. Kaitan antara Struktur Kognitif Manusia dan Arsitektur Komputer
Pada dasarnya struktur kognitif manusia memiliki cara kerja yang sama dengan komputer, yaitu Input (Pemasukkan informasi), Storage (Pemrosesan Informasi), dan Output (Pengeluaran Informasi).
D. Kelebihan dan Kekurangan Arsitektur Komputer dengan Struktur Kognitif Manusia
Robert L. Solso, Otto H. Maclin, dan M. Kimberly Maclin (2007) menyatakan bahwa walaupun komputer memiliki banyak kelebihan, namun komputer juga memiliki banyak kekurangan dibandingkan dengan kognitif manusia, yaitu:
Kelebihan:
1. Pada umumnya komputer dapat melakukan operasi matematika dan logika
dengan sangat cepat
2. Komputer dapat menguji model-model kognitif dengan sumber daya ruang
dan waktu yang lebih hemat
3. Dalam waktu yang sama, komputer dapat melakukan ribuan simulasi dan
menghasilkan ribuan data, dan lain-lain
Kelemahan:
1. Komputer tidak memiliki emosi seperti manusia
2. Komputer tidak dapat melakukan generalisasi
3. Komputer tidak mampu memahami pola-pola yang kompleks
4. Komputer tidak mampu membuat kesimpulan
5. Manusia lebih unggul dalam mengenali wajah, dan lain-lain
Contoh kasus:
Sebuah contoh perbandingan model kognitif dengan model PDP (terkait pengenalan wajah). Keunggulan model komputer adalah bahwa elemen-elemennya saling terhubung, dan parameter-parameternya dapat diukur sehingga secara akurat menghasilkan operasi pengenalan wajah yang serupa dengan kemampuan otak manusia mengenali wajah. Model kognitif mendeskripsikan proses ini, sedangkan model komputer mensimulasikan prosesnya.
Analisis:
Berdasarkan contoh kasus diatas, bahwa semakin lama komputer akan dirancang sedemikian rupa sehinnga menyerupai sistem kerja kognitif manusia. Karena pada dasarnya sistem kerja kognitif manusia dan komputer memiliki kesamaan, yaitu adanya input - proses - output. Namun demikian, baik komputer maupun kognitif manusia memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing sehingga diharapkan dapat saling melengkapi satu sama lain demi mempermudah pekerjaan manusia.
Sumber:
Alfatta, H. 2007. Analisis dan Perancangan Informasi. Yogyakarta: Andi Offset
Skowronski, J.J.,The Law of Cognitive Structure Activation. 1991. Madison. University of Wisconsin. Jurnal: Diterbitkan
Solso, R., Maclin, O. H., dan Maclin, M.K. Psikologi Kognitif. 2007. Jakarta: Erlangga
http://studentaffairs.webs.com/cognitivestructural.htm
Menurut Zulkifli (2005) informasi adalah data yang sudah diolah, dibentuk, atau dimanipulasi sesuai dengan keperluan tertentu. Informasi adalah data yang sudah diolah dengan cara tertentu menjadi bentuk yang sesuai dengan keperluan penggunaan informasi bersangkutan.
Sedangkan sistem adalah himpunan sesuatu "benda" nyata atau abstrak yang terdiri dari bagian-bagian atau komponen-komponen yang saling berkaitan, berhubungan, berketergantungan, dan saling mendukung, yang secara keseluruhan bersatu dalam satu kesatuan untuk mencapai tujuan tertentu secara efisien dan efektif (Zulkifli, 2005).
Kemudian bagaimana informasi dapat berinteraksi dengan sistem??
Informasi yang didapatkan seringkali dianggap sebagai data yang perlu diproses lebih lanjut sehingga menjadi informasi yang lain. Dengan beredarnya informasi dari unit ke unit lain maka terjadilah arus informasi atau hubungan informasi antar unit. Hubungan tersebut lazim disebut sebagai hubungan antar subsistem dalam suatu kaitan kerja sistem. Hal tersebutlah yang menimbulkan interaksi antara informasi dengan sistem (Zulkifli, 2005).
B. Pengertian Sistem Informasi Psikologi
Penggunaan sistem informasi dalam psikologi berkaitan dengan berlangsungnya kehidupan sehari-hari. Menurut Monty dan Roswiyani, dalam psikologi kognitif, otak merupakan pusat pengolahan informasi. Informasi diperoleh dari pengalaman hidup sehari-hari yang ditangkap oleh penginderaan. Setiap orang senantiasa melakukan kegiatan mengolah informasi dari waktu ke waktu. Proses ini berlangsung terus menerus dalam suatu sistem yang dikenal sebagai sistem proses informasi (human information processing).
Contoh kasus:
Pada contoh kasus dalam buku Cerdas dengan Musik karya Monty P. Satiadarma, MS/AT, MCP/MFFC, DHC, Psi., dan Roswiyani P. Zahra, S.Psi. mereka menyatakan bahwa informasi bunyi yang diterima oleh anak-anak, apabila diinterpretasikan sebagai suatu yang menyenangkan maka yang timbul adalah perasaan senang pada diri anak. Namun, jika informasi bunyi diinterpretasikan sebagai sesuatu yang mengancam maka yang akan muncul adalah rasa takut atau terancam (sebagai ekspresinya, anak menangis). Interpretasi anak tentang suara yang didengarnya bukan lagi bentuk penginderaan (sensasi), tetapi sudah merupakan bentuk persepsi. Sensasi dan persepsi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari sistem pengolahan rangsang stimulus yang dikoordinir oleh otak.
Analisis:
Informasi merupakan sebuah data yang digunakan untuk keperluan tertentu, tidak dapat dipisahkan dengan sistem. Karena data belum menjadi informasi apabila tidak adanya sistem. Seperti pada contoh kasus diatas bahwa sebuah bunyi yang diterima oleh anak-anak hanya akan menjadi bunyi apabila tidak diberikan sistem informasi bahwa bunyi tersebut adalah bunyi yang menyenangkan atau bunyi yang mengancam. Dapat disebut pula interpretasi atau pemaknaan sensasi sehingga menjadi sebuah persepsi.
Sumber:
Zulkifli, A.M., 2005. Manajemen Sistem Informasi. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama
Monty P.S. dan Roswiyani P.Z. Cerdas dengan Musik. Niaga Swadaya.
Hey Hey ..
Kenapa sehat punya konsep??
Sebenarnya adanya sebuah konsep adalah untuk mempermudah, sehingga akan lebih mempermudah kita dalam menggambarkan dari kata sehat.
Hmmm.. dimensi sehat.
apa sehat punya dimensi??
setelah cari kesana kemari ternyata KETEMU nih!
ada salah satu buku yang ngejelasin tentang dimensi sehat.
1. Dimensi Fisik
Kemampuan fisik adalah kemampuan menyelesaikan tugas sehari-hari, pencapain kebugaran, menjaga nutrisi, ketetapan proporsi tubuh dari timbunan lemak, bebas dari penggunaan oba, alkohol, rokok dan lain-lain
3. Dimensi Emosional
Kemampuan emosional adalah kemampuan mengelola stres dan mengekspresikan emosinya dapat diterima oleh orang lain. Mencakup kemampuan untuk bertanggung jawab, menerima dan menyampaikan perasaan serta dapat menerima keterbatasan orang lain
4. Dimensi Intelektual
Meliputi usaha untuk secara terus-menerus tumbuh dan belajar untuk beradaptasi secara efektif dengan perubahan baru
5. Dimensi Spiritual
Percaya adanya beberapa kekuatan yang diperlukan manusia dalam mengisi kehidupannya. Setiap individu memiliki nilai moral dan etika yang dianutnya
Pribadi sehat menurut Allport merupakan pribadi yang tidak didorong oleh konflik-konflik tak sadar dan tingkah laku mereka tidak ditentukan oleh setan-setan yang ada jauh dari mereka.
Orang yang memiliki pribadi sehat dibimbing dan diarahkan oelh masa sekarang dan oleh intensi-intensi ke arah masa depan dan antisipasi-antisipasi masa depan.
Pandangan mereka ke depan, kepada peristiwa-peristiwa kontemporer dan tidak mundur kepada peristiwa masa kanak-kanak.
Finally.. :D
Seperti inilah pembahasan yang dapat saya persembahkan
Karena saya mengetahui terdapat banyak kekurangan disana-sini, maka ada baiknya apabila pembaca memberikan saya masukan agar di artikel selanjutnya bisa lebih baik ;)
SUMBER:
Siswanto.2007.Kesehatan Mental.Yogyakarta: Andi Yogyakarta
Chandra, Budiman.2009.Ilmu Kedokteran Pencegahan dan Komunitas.Jakarta: Kedokteran EGC
Maulana, Heri D.J.2007.Promosi Kesehatan.Jakarta: Kedokteran EGC
Schultz, Duane.1991.Psikologi Pertumbuhan.Yogyakarta: Kanisius
Riyanti, B.P.Dwi., Prabowo, H., dan Puspitawati, I. 1996.Psikologi Umim I. Jakarta: Gunadarma
one positive action will changes many things :)
Tampilkan postingan dengan label Tugas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tugas. Tampilkan semua postingan
Jumat, 11 Oktober 2013
ARSITEKTUR KOMPUTER DAN STRUKTUR KOGNITIF MANUSIA
A. Pengertian Arsitektur Komputer
Desain arsitektur komputer adalah perancangan bagaimana sistem akan didistribusikan di antara komputer-komputer yang ada dan perangkat lunak dan perangkat keras apa yang akan digunakan untuk masing-masing komputer. Dalam desain arsitektur terdapat 2 hal yang perlu diperhatikan yaitu (Alfatta, 2007):
1. Spesifikasi dari perangkat lunak dan perangkat keras
2. Deskripsi detail dari komponen perangkat lunak atau perangkat keras
Tujuan dari desain arsitektur komputer sendiri adalah untuk menentukan komponen perangkat lunak mana yang akan diinstal ke perangkat keras yang tersedia.
B. Struktur Kognisi Manusia
Cognitive-structural theories look at the way people think. It should be noted, though, that these theories are not concerned with what people think, just how. (Evans, et al., 1998, Pascarella & Terenzini, 2005).
A cognitive structure is the mental representation of an object or idea (John, J.S., 1991).
Dapat disimpulkan bahwa struktur kognitif merupakan representasi mental terhadap objek atau ide. Struktur kognitif tidak berfokus pada apa yang manusia pikirkan, tapi bagaimana manusia berpikir.
C. Kaitan antara Struktur Kognitif Manusia dan Arsitektur Komputer
Pada dasarnya struktur kognitif manusia memiliki cara kerja yang sama dengan komputer, yaitu Input (Pemasukkan informasi), Storage (Pemrosesan Informasi), dan Output (Pengeluaran Informasi).
D. Kelebihan dan Kekurangan Arsitektur Komputer dengan Struktur Kognitif Manusia
Robert L. Solso, Otto H. Maclin, dan M. Kimberly Maclin (2007) menyatakan bahwa walaupun komputer memiliki banyak kelebihan, namun komputer juga memiliki banyak kekurangan dibandingkan dengan kognitif manusia, yaitu:
Kelebihan:
1. Pada umumnya komputer dapat melakukan operasi matematika dan logika
dengan sangat cepat
2. Komputer dapat menguji model-model kognitif dengan sumber daya ruang
dan waktu yang lebih hemat
3. Dalam waktu yang sama, komputer dapat melakukan ribuan simulasi dan
menghasilkan ribuan data, dan lain-lain
Kelemahan:
1. Komputer tidak memiliki emosi seperti manusia
2. Komputer tidak dapat melakukan generalisasi
3. Komputer tidak mampu memahami pola-pola yang kompleks
4. Komputer tidak mampu membuat kesimpulan
5. Manusia lebih unggul dalam mengenali wajah, dan lain-lain
Contoh kasus:
Sebuah contoh perbandingan model kognitif dengan model PDP (terkait pengenalan wajah). Keunggulan model komputer adalah bahwa elemen-elemennya saling terhubung, dan parameter-parameternya dapat diukur sehingga secara akurat menghasilkan operasi pengenalan wajah yang serupa dengan kemampuan otak manusia mengenali wajah. Model kognitif mendeskripsikan proses ini, sedangkan model komputer mensimulasikan prosesnya.
Analisis:
Berdasarkan contoh kasus diatas, bahwa semakin lama komputer akan dirancang sedemikian rupa sehinnga menyerupai sistem kerja kognitif manusia. Karena pada dasarnya sistem kerja kognitif manusia dan komputer memiliki kesamaan, yaitu adanya input - proses - output. Namun demikian, baik komputer maupun kognitif manusia memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing sehingga diharapkan dapat saling melengkapi satu sama lain demi mempermudah pekerjaan manusia.
Sumber:
Alfatta, H. 2007. Analisis dan Perancangan Informasi. Yogyakarta: Andi Offset
Skowronski, J.J.,The Law of Cognitive Structure Activation. 1991. Madison. University of Wisconsin. Jurnal: Diterbitkan
Solso, R., Maclin, O. H., dan Maclin, M.K. Psikologi Kognitif. 2007. Jakarta: Erlangga
http://studentaffairs.webs.com/cognitivestructural.htm
Diposting oleh
fitri nurhayati
di
2:26 AM
0
komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
Label:
Tugas
Kamis, 10 Oktober 2013
SISTEM INFORMASI PSIKOLOGI
A. Pengertian Informasi
Menurut Zulkifli (2005) informasi adalah data yang sudah diolah, dibentuk, atau dimanipulasi sesuai dengan keperluan tertentu. Informasi adalah data yang sudah diolah dengan cara tertentu menjadi bentuk yang sesuai dengan keperluan penggunaan informasi bersangkutan.
Sedangkan sistem adalah himpunan sesuatu "benda" nyata atau abstrak yang terdiri dari bagian-bagian atau komponen-komponen yang saling berkaitan, berhubungan, berketergantungan, dan saling mendukung, yang secara keseluruhan bersatu dalam satu kesatuan untuk mencapai tujuan tertentu secara efisien dan efektif (Zulkifli, 2005).
Kemudian bagaimana informasi dapat berinteraksi dengan sistem??
Informasi yang didapatkan seringkali dianggap sebagai data yang perlu diproses lebih lanjut sehingga menjadi informasi yang lain. Dengan beredarnya informasi dari unit ke unit lain maka terjadilah arus informasi atau hubungan informasi antar unit. Hubungan tersebut lazim disebut sebagai hubungan antar subsistem dalam suatu kaitan kerja sistem. Hal tersebutlah yang menimbulkan interaksi antara informasi dengan sistem (Zulkifli, 2005).
B. Pengertian Sistem Informasi Psikologi
Penggunaan sistem informasi dalam psikologi berkaitan dengan berlangsungnya kehidupan sehari-hari. Menurut Monty dan Roswiyani, dalam psikologi kognitif, otak merupakan pusat pengolahan informasi. Informasi diperoleh dari pengalaman hidup sehari-hari yang ditangkap oleh penginderaan. Setiap orang senantiasa melakukan kegiatan mengolah informasi dari waktu ke waktu. Proses ini berlangsung terus menerus dalam suatu sistem yang dikenal sebagai sistem proses informasi (human information processing).
Contoh kasus:
Pada contoh kasus dalam buku Cerdas dengan Musik karya Monty P. Satiadarma, MS/AT, MCP/MFFC, DHC, Psi., dan Roswiyani P. Zahra, S.Psi. mereka menyatakan bahwa informasi bunyi yang diterima oleh anak-anak, apabila diinterpretasikan sebagai suatu yang menyenangkan maka yang timbul adalah perasaan senang pada diri anak. Namun, jika informasi bunyi diinterpretasikan sebagai sesuatu yang mengancam maka yang akan muncul adalah rasa takut atau terancam (sebagai ekspresinya, anak menangis). Interpretasi anak tentang suara yang didengarnya bukan lagi bentuk penginderaan (sensasi), tetapi sudah merupakan bentuk persepsi. Sensasi dan persepsi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari sistem pengolahan rangsang stimulus yang dikoordinir oleh otak.
Analisis:
Informasi merupakan sebuah data yang digunakan untuk keperluan tertentu, tidak dapat dipisahkan dengan sistem. Karena data belum menjadi informasi apabila tidak adanya sistem. Seperti pada contoh kasus diatas bahwa sebuah bunyi yang diterima oleh anak-anak hanya akan menjadi bunyi apabila tidak diberikan sistem informasi bahwa bunyi tersebut adalah bunyi yang menyenangkan atau bunyi yang mengancam. Dapat disebut pula interpretasi atau pemaknaan sensasi sehingga menjadi sebuah persepsi.
Sumber:
Zulkifli, A.M., 2005. Manajemen Sistem Informasi. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama
Monty P.S. dan Roswiyani P.Z. Cerdas dengan Musik. Niaga Swadaya.
Diposting oleh
fitri nurhayati
di
11:18 PM
0
komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
Label:
Tugas
Selasa, 24 April 2012
Konsep dan Penerapan Self Directed Change
Moshi Moshi... :)
oke, kali ini kita akan membahas tentang... *EngIngEng~*
SELF DIRECTED CHANGE
Apa itu Self - Directed - Change ?
Self --> Diri atau Pribadi
Directed --> Mengarahkan
Change --> Berubah
Kalo diambil maknanya, disini maksudnya adalah "Mengarahkan Perubahan Diri"
Kita dilahirkan ke dunia sebagai manusia dengan berbagai wujud dan sifat atau pribadi yang berbeda-beda, maka munculah kalimat "manusia itu unik loh.."
Beribu-ribu, berjuta-juta, bermilyar-milyar bahkan bertrilyun-trilyun manusia yang diciptakan Tuhan di dunia ini ga ada yang sama. 7 orang yang mirip kita di dunia aja belum tentu punya pribadi yang sama juga. iya kan??
Sebenernya apasih yang membentuk kita menjadi pribadi yang seperti ini??
Mohon kritik dan saran pembaca agar artikel ini akan menjadi lebih sempurna dan berguna bagi kita semua..
Terima kasih :)
Sumber teori:
Prabowo, Hendro. B.P. Dwi Riyanti.1998.Psikologi Umum 2.Jakarta: Gunadarma
R. Tickle, Naomi.2012.Cara Cepat Membaca Wajah.Jakarta: Ufuk Press
SAP Kesehatan Mental 2012
Sumber gambar:
http://blog.indojunkers.com/2011/06/8-mitos-anak-kembar/
http://hardim.blogdetik.com/2011/08/16/puasa-tidak-mengekang-puasa-justru-me-merdeka-kan/
http://www.bloggerpemula.info/cara-pentingnya-menetapkan-alasan-tujuan-membuat-blog/
http://igcomputer.com/evaluasi-manajemen-2.html
Beribu-ribu, berjuta-juta, bermilyar-milyar bahkan bertrilyun-trilyun manusia yang diciptakan Tuhan di dunia ini ga ada yang sama. 7 orang yang mirip kita di dunia aja belum tentu punya pribadi yang sama juga. iya kan??
contoh anak kembar
Bahkan, saudara kembar yang tampilan fisiknya serupa aja pasti punya perbedaan. Unik kan... :DSebenernya apasih yang membentuk kita menjadi pribadi yang seperti ini??
- Pengaruh Biologis
Karakteristik fisik seperti warna mata dan warna rambut, bentuk tubuh, bentuk hidung, pada dasarnya ditentukan pada saat konsepsi. Intelegensi dan kemampuan khusus tertentu seperti bakat musik dan seni, dalam beberapa hal juga tergantung pada faktor hereditas (keturunan).
2. Pengalaman
Hasil lain yang besar pengaruhnya terhadap kepribadian adalah hasil hubungan kita dengan lingkungan atau pengalaman. Dibedakan menjadi pengalaman umum dan pengalaman khusus.
- Pengalaman umum
Semua keluarga dalam suatu budaya tertentu memiliki keyakinan, kebiasaan dan nilai yang umum. Selama perkembangannya, anak belajar untuk melakukan perilaku dengan cara yang diharapkan oleh buudaya tersebut.
- Pengalaman khusus
Di luar warisan biologis yang unik dan cara penyampaian budaya tertentu, individu dibentuk oleh pengalamn khusus. Setiap orang bereaksi terhadap tekanan sosial dengan caranya sendiri. Disamping itu, sejak lahir seorang anak sudah membawa ciri-ciri tertentu, maka reaksinya terhadap lingkungan atau reaksi lingkungan terhadapnya bersifat khas. Pengalaman unik ini menentukan bagian dirinya yang bersifat khas, unik dan tak ada duanya.
Terus, apakah pribadi baik yang diturunkan secara gen maupun yang kita pelajari melalui lingkungan akan kita terima begitu aja? Apa kita ga bisa merubahnya lagi??
Well, disinilah intinya kita belajar Self Directed Change :)
Mengarahkan perubahan pribadi..
Pribadi kita selalu berkembang seiring berjalannya waktu dengan harapan akan lebih matang dan dewasa pastinya. Namun apabila perkembangan tersebut kita rasa tak sesuai dengan apa yang kita harapkan, kita masih dapat merubahnya?
Jawabannya adalah "YA"
Kita mempunyai hak untuk merubah pribadi kita sesuai yang kita inginkan, selagi perubahan tersebut tidak berpengaruh buruk terhadap orang lain. Artinya, kita bebas untuk berubah namun kebebasan kita dibatasi oleh kebebasan orang lain.
Untuk itu perlu adanya pengarahan.
Gunanya adalah agar perubahan diri kita dapat terkontrol, terarahkan, terkendali sehingga tidak terjadi hal yang tidak kita inginkan.
Bagaimana cara mengarahkan perubahan diri?
Berikut ini beberapa tahapan untuk melakukan perubahan diri yang terarah.
Demikian pembahasan self directed change kali ini.Pribadi kita selalu berkembang seiring berjalannya waktu dengan harapan akan lebih matang dan dewasa pastinya. Namun apabila perkembangan tersebut kita rasa tak sesuai dengan apa yang kita harapkan, kita masih dapat merubahnya?
Jawabannya adalah "YA"
Kita mempunyai hak untuk merubah pribadi kita sesuai yang kita inginkan, selagi perubahan tersebut tidak berpengaruh buruk terhadap orang lain. Artinya, kita bebas untuk berubah namun kebebasan kita dibatasi oleh kebebasan orang lain.
Untuk itu perlu adanya pengarahan.
Gunanya adalah agar perubahan diri kita dapat terkontrol, terarahkan, terkendali sehingga tidak terjadi hal yang tidak kita inginkan.
Pribadi yang ada di diri kita dan kita tanam sejak lama akan kita gunakan sesuai dengan porsinya.
Maksudnya, walaupun kita telah diwarisi ciri fisik dan kepribadian tertentu, kita tetap bisa memilih untuk mengendalikan perilaku dan dampak yang muncul dari pribadi tersebut terhadap orang lain disekitar kita.
Begitu pribadi tersebut dikenali, kita bisa secara sadar memilih untuk menekan dorongan mendasar bila hal itu dianggap tidak tepat.
Bagaimana cara mengarahkan perubahan diri?
Berikut ini beberapa tahapan untuk melakukan perubahan diri yang terarah.
- Meningkatkan kontrol diri
Seperti yang telah disebutkan diatas, bahwa diri kita memiliki kebebasan untuk berubah, namun kebebasan kita dibatasi oleh kebebasan orang lain. Sehingga dibutuhkan pengontrolan diri. Semakin besar perubahan diri yang kita buat, akan semakin besar pengontrolan diri yang kita lakukan.
2. Menetapkan tujuan
Saat kita sudah memutuskan untuk melakukan perubahan diri, maka disaat itupun kita juga harus sudah menetapkan apa tujuan dari perubahan yang kita lakukan.
3. Pencatatan perilaku
Melakukan pencatatan perilaku tidak bisa dianggap remeh. Dalam melakukan perubahan diri, ada baiknya apabila melakukan pencatatan perilaku baik perilaku yang ingin diubah maupun perilaku yang telah berhasil diubah.
4. Menyaring anteseden perilaku
Apa yang dimaksud anteseden?
Anteseden merupakan peristiwa yang dialami saat ini namun peristiwa tersebut merupkan akibat dari peristiwa sebelumnya.
Menyaring anteseden berguna untuk mereview apa saja perubahan yang telah kita lakukan dan apa saja akibat yang telah kita terima dari perubahan tersebut.
5. Menyusun konsekuensi yang efektif
Setelah menyaring anteseden, dibutuhkan konsekuensi yang efektif untuk mendukung perubahan yang lebih positif.
6. Menerapkan pencana intervensi
Setelah melakukan penyusunan, kita dapat menerapkannya dalam praktek perubahan diri. Apabila penyusunan yang dibuat benar-benar matang, hal tersebut dapat mempermudah dalam melakukan penerapan pencana intervensi.
7. Evaluasi
Setelah melakukan 6 tahap diatas, evaluasi menjadi tahap terakhir yang tak kalah penting. Tanpa evaluasi, bagai makan tanpa hidangan penutup. Evaluasi dilakukan untuk melakukan penilaian terhadap perubahan yang telah dilakukan. Hasil dari perubahan pun dapat terlihat apakah perubahan yang kita lakukan sesuai yang diharapkan atau justru menyimpang dari harapan.
Mohon kritik dan saran pembaca agar artikel ini akan menjadi lebih sempurna dan berguna bagi kita semua..
Terima kasih :)
Sumber teori:
Prabowo, Hendro. B.P. Dwi Riyanti.1998.Psikologi Umum 2.Jakarta: Gunadarma
R. Tickle, Naomi.2012.Cara Cepat Membaca Wajah.Jakarta: Ufuk Press
SAP Kesehatan Mental 2012
Sumber gambar:
http://blog.indojunkers.com/2011/06/8-mitos-anak-kembar/
http://hardim.blogdetik.com/2011/08/16/puasa-tidak-mengekang-puasa-justru-me-merdeka-kan/
http://igcomputer.com/evaluasi-manajemen-2.html
Diposting oleh
fitri nurhayati
di
12:03 AM
5
komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
Label:
Tugas
Selasa, 03 April 2012
Midlife Crisis
Jumpa lagi~
Semoga hari ini menjadi hari baik untuk kita semua :)
Ada pembahasan yang gak kalah seru dengan artikel-artikel lain yang udah pernah gw posting.
Semoga hari ini menjadi hari baik untuk kita semua :)
Ada pembahasan yang gak kalah seru dengan artikel-artikel lain yang udah pernah gw posting.
Oke langsung aja, di kesempatan kali ini gw akan membahas tentang masa-masa Midlife atau Paruh Baya atau Dewasa Tengah
kenapa ngebahas ini??
umur lo kan baru masuk ke masa dewasa awal?
Kenapa? Kenapa? Kenapa?
Karena orang tua gw belakangan ini berubah DERASTISS !!
Bukan bukan, ini bukan masalah berubah jadi power ranger, atau pahlawan apa pun. Ini kondisi emosionalnya berubah 180derajat!
Oke, cukup sekian curhatnya. Kita cari tau alasannya~
Jadi, ternyata orangtua kita yang telah memasuki umur sekitar 40-65tahun sedang mengalami masa krisis paruh baya (Midlife Crisis).
Apa itu Midlife Crisis??
Midlife Crisis merupakan masa dimana penuh stres yang dipicu oleh pengkajian dan evaluasi kembali kehidupan seseorang. Dikonseptualisasikan sebagai sebuah krisis identitas, bahkan disebut juga masa remaja kedua.
Lalu apa penyebabnya? Menurut Elliott Jacques, penyebabnya adalah kesadaran akan kematian.
Banyak orang yang menyadari bahwa mereka tidak akan mampu memenuhi impian masa muda mereka atau bahwa pemenuhan impian mereka tidak membawa kepuasan seperti yang mereka harapkan. Dan mereka tahu bahwa apabila ingin mengubah arah, maka mereka harus bertindak secara cepat.
Levinson berpendapat bahwa kekacauan paruh baya tidak terhindarkan sebagaimana orang-orang berjuang dengan kebutuhan untuk mengatur ulang hidup mereka.
Namun, istilah krisis paruh baya sekarang dianggap tidak akurat. Terdapat 3 pembagian di masa midlife yaitu:
Masa paruh baya mungkin bisa menimbulkan stres namun tidak lebih dari beberapa peristiwa yang dihadapai pada saat berada di masa dewasa awal.
Sepertinya, masa paruh baya hanyalah satu titik balik kehidupan dimana seseorang melibatkan perubahan yang signifikan di dalam makna, tujuan atau arah kehidupan.
Adanya titik balik dipicu oleh peristiwa hidup yang besar atau pemahaman baru tentang masa lalu baik positif maupun negatif dan mereka mungkin menjadi stres.
Walaupun demikian, penelitian telah dilakukan dan banyak responden yang melaporkan pertumbuhan positif dari resolusi yang berhasil terhadap situasi-situasi yang menimbulkan stres.
Jadi..
Persiapkanlah masa paruh baya kita dengan mencapai segala impian di masa muda agar apabila tiba pada waktunya tidak ada lagi kata menyesal, yang ada hanyalah rasa syukur karena pencapaian di posisi puncak!
Demikian pembahasan kali ini, semoga berguna bagi kita semua. :)
Sumber: Papalia, Diane E., Sally Wendkos Olds, Ruth Duskin Feldman. 2009. Human Development Perkembangan Manusia. Jakarta: Salemba Humanika
~I Love You Mom :*
Apa itu Midlife Crisis??
Midlife Crisis merupakan masa dimana penuh stres yang dipicu oleh pengkajian dan evaluasi kembali kehidupan seseorang. Dikonseptualisasikan sebagai sebuah krisis identitas, bahkan disebut juga masa remaja kedua.
Lalu apa penyebabnya? Menurut Elliott Jacques, penyebabnya adalah kesadaran akan kematian.
Banyak orang yang menyadari bahwa mereka tidak akan mampu memenuhi impian masa muda mereka atau bahwa pemenuhan impian mereka tidak membawa kepuasan seperti yang mereka harapkan. Dan mereka tahu bahwa apabila ingin mengubah arah, maka mereka harus bertindak secara cepat.
Levinson berpendapat bahwa kekacauan paruh baya tidak terhindarkan sebagaimana orang-orang berjuang dengan kebutuhan untuk mengatur ulang hidup mereka.
Namun, istilah krisis paruh baya sekarang dianggap tidak akurat. Terdapat 3 pembagian di masa midlife yaitu:
- Mengalami krisis
- Berada di tengah-tengah (tanpa krisis maupun tanpa posisi puncak) bisa mengalami krisis maupun kompeten pada saat-saat atau dalam bidang kehidupan yang berbeda
- Mengalami posisi puncak
Masa paruh baya mungkin bisa menimbulkan stres namun tidak lebih dari beberapa peristiwa yang dihadapai pada saat berada di masa dewasa awal.
Sepertinya, masa paruh baya hanyalah satu titik balik kehidupan dimana seseorang melibatkan perubahan yang signifikan di dalam makna, tujuan atau arah kehidupan.
Adanya titik balik dipicu oleh peristiwa hidup yang besar atau pemahaman baru tentang masa lalu baik positif maupun negatif dan mereka mungkin menjadi stres.
Walaupun demikian, penelitian telah dilakukan dan banyak responden yang melaporkan pertumbuhan positif dari resolusi yang berhasil terhadap situasi-situasi yang menimbulkan stres.
Jadi..
Persiapkanlah masa paruh baya kita dengan mencapai segala impian di masa muda agar apabila tiba pada waktunya tidak ada lagi kata menyesal, yang ada hanyalah rasa syukur karena pencapaian di posisi puncak!
Demikian pembahasan kali ini, semoga berguna bagi kita semua. :)
Sumber: Papalia, Diane E., Sally Wendkos Olds, Ruth Duskin Feldman. 2009. Human Development Perkembangan Manusia. Jakarta: Salemba Humanika
~I Love You Mom :*
Diposting oleh
fitri nurhayati
di
12:53 AM
3
komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
Label:
Tugas
Senin, 26 Maret 2012
Lie To Me !
Bosen nonton sinetron yang gitu-gitu aja?
Keabisan stok film dan bingung mau nonton apa??
Nah.. ini dia!
Serial film seru dan mendidik.
salah satu film yang RECOMENDED buat ditonton !! *Trust me it works*
Well, udah ga sabar??
Yuk mariiii~
Lie to me..
Film asal negeri Paman Sam keluaran sekitar tahun 2009 ini berhasil membuat gw terpana ga bergerak sedikitpun kecuali ada jedah iklan. Iklan?? qo bisa??
soalnya pertama gw nonton itu waktu di tayangin di salah satu saluran Tv swasta di Indonesia :D
Tim Roth sebagai Dr. Cal Lightman
Tokoh utama dengan metode Micro Ekspression-nya
Kelli Williams sebagai Dr. Gillian Foster
Psikiater+negosiator pendamping Dr.Lightman
Brendan Hines sebagai Eli Loker
si kutu buku tampan yang merupakan kolega Dr.Lightman
Monica Raymund sebagai Ria Torres
Kolega Dr.Lightman yang mempunyai kemampuan alami membaca kebohongan
Dr. Lightman single parent yang mempunyai seorang anak gadis berumur belasan tahun sebagai pendiri The Lightman Group dan mempunyai beberapa kolega seperti yang telah disebutkan diatas.
Mereka bertugas sebagai pengungkap kebohongan atas kriminalitas yang telah terjadi dengan metode Micro Expression dan bahasa tubuh.
Saat ini sudah tersedia 3 session dengan beberapa episode.
Sekali lagi buat yang tertarik banget dengan ilmu pembaca kebohongan, film ini dikhususkan buat kalian!
Singkat? iyaaa..
Gimana? Semakin penasarankan? jelasss..
Langsung nonton aja deh..
cekidoot~ click for download
dan bocoran sedikit, biasanya ada di B Channel sekitar jam 9 malam :D
~The Truth is written all over our faces
Diposting oleh
fitri nurhayati
di
9:35 PM
6
komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
Label:
Tugas
Rabu, 21 Maret 2012
Mens sana in corpore sano
Tulisan Kesehatan Mental 1
Hey Hey ..
quomodo? hopefully in bene ;)
itu bahasa latin, yang artinyaaa.. apa kabar? semoga dalam keadaan baik :)
Well, kita berjumpa lagi di kesempatan yang sama dengan materi tugas yang berbeda..
Apa Apa???
Sekarang apa yang dibahas??
Ehm.. yang akan kita bahas adalaaaaahh "KESEHATAN MENTAAAAAAL" *GayaDoraemon
oke langsung kita mulai aja.
begini, disini kita akan ngebahas 4 pokok materi yang berhubungan dengan kesehatan mental pastinya!
1. konsep sehat beserta dimensi
2. sejarah perkembangan kesehatan mental
3. pribadi seseorang dapat berkembang menurut Teori Perkembangan Kepribadian Erikson dan Freud
4. penjelasan kepribadian sehat
cukup banyak yaa..
kita coba bahas satu per satu dengan santai tapi fokus!
Pertama
Konsep Sehat
Apa itu konsep sehat?
Kenapa sehat punya konsep??
Dan apa aja dimensi sehat???
Konsep adalah penggambaran suatu fenomena
Sehat adalah keadaan dimana jiwa dan raga seseorang dalam keadaan baik atau normal
Jadi konsep sehat singkatnya adalah suatu metode yang digunakan untuk menggambarankan keadaan jiwa maupun raga seseorang dalam keadaan baik atau normal
Kenapa sehat punya konsep??
Sebenarnya adanya sebuah konsep adalah untuk mempermudah, sehingga akan lebih mempermudah kita dalam menggambarkan dari kata sehat.
Ada definisi tersendiri dari World Healt Organization (WHO) bahwa sehat adalah suatu kondisi fisik, mental dan kesejahteraan sosial yang merupakan satu kesatuan dan bukan hanya bebas dari penyakit atau kecacatan.
Dimensi sehat
Hmmm.. dimensi sehat.
apa sehat punya dimensi??
setelah cari kesana kemari ternyata KETEMU nih!
ada salah satu buku yang ngejelasin tentang dimensi sehat.
1. Dimensi Fisik
Kemampuan fisik adalah kemampuan menyelesaikan tugas sehari-hari, pencapain kebugaran, menjaga nutrisi, ketetapan proporsi tubuh dari timbunan lemak, bebas dari penggunaan oba, alkohol, rokok dan lain-lain
2. Dimensi Sosial
Kemampuan sosial adalah kemampuan berinteraksi secara baik dengan sesama dan lingkungannya, dapat menjaga dan mengembangkan keakraban individu, dan dapat menghargai serta toleran terhadap setiap pendapat dan kepercayaan yang berbeda
Kemampuan emosional adalah kemampuan mengelola stres dan mengekspresikan emosinya dapat diterima oleh orang lain. Mencakup kemampuan untuk bertanggung jawab, menerima dan menyampaikan perasaan serta dapat menerima keterbatasan orang lain
4. Dimensi Intelektual
Meliputi usaha untuk secara terus-menerus tumbuh dan belajar untuk beradaptasi secara efektif dengan perubahan baru
5. Dimensi Spiritual
Percaya adanya beberapa kekuatan yang diperlukan manusia dalam mengisi kehidupannya. Setiap individu memiliki nilai moral dan etika yang dianutnya
Kedua
Sejarah Kesehatan mental
Sejarah Kesehatan mental
Gimana dengan sejarah kesehatan mental itu sendiri??
Sejalan dengan perkembangan zaman, kesehatan mental pun ikut berkembang melalui beberapa tahap:
1. Gangguan mental tidak dianggap sebagai penyakit
Tahun 1600 dan sebelumnya
Di masa ini, masyarakat beranggapan bahwa orang-orang yang mengalami gangguan mental merupakan orang-orang yang melakukan kesalahan ataupun dijadikan media oleh roh-roh, sehingga tidak dianggap sakit dan mereka masih mendapat tempat dalam masayarakat.
Tahun 1692
Masyarakat beranggapan bahwa orang-orang yang terkena gangguan mental merupakan orang-orang yang terkena sihir/guna-guna atau dirasuki setan, sehingga masyarakat membenci mereka yang dianggap memiliki kekuatan sihir.
B. Gangguan mental dianggap sebagai sakit
Tahun 1724
Pendeta Cotton Mather mematahkan takhayul mengenai gangguan mental dengan memperkenalkan pendekatan secara medis.
Tahun 1812
Benjamin Rush menjadi orang pertama yang mencoba menangani penyakit mental secara manusiawi. Kemudian timbullah kepercayaan bahwa cara yang paling tepat menangani orang yang menderita gangguan mental adalah dengan penanganan di rumah sakit jiwa.
Tahun 1843
Tersedia 2.561 tempat tidur dari 24 rumah sakit yang tersedia di Amerika Serikat untuk menangani penyakit mental.
Tahun 1908
Clifford Beers menulis sebuah buku berjudul A Mind That Found Itself yang berisi seluruh laporan pengalamannya selama menjalani penanganan tidak manusiawi di Middletown, Connecticut. Beers kemudian mendirikan Komite Nasional untuk Mental Higiene.
Tahun 1909
Sigmund Freud mengajar psikoanalisa di Universitas Clark di Worcester, Massachusetts
Tahun 1910
Emil Kraepelin orang pertama yang menggambarkan penyakit Alzheimer dan mengembangkan alat tes untuk mendeteksi gangguan epilepsi.
Tahun 1920-an
Komite Nasional untuk Mental Higiene menghasilkan satu set model undang-undang komitmen selain itu komite membantu penelitian-penelitian yang berpengaruh pada kesehatan mental dan treatment.
Tahun 1930-an
Adanya treatmen dari psikiater untuk penderita schizofrenia dengan menginjeksikan insulin yang menyebabkan shock dan koma sementara.
Tahun 1936
Agas Moniz mempublikasikan laporan lobotomi frontal manusia yang pertama.
Tahun 1940-an
Penggunaan elektroterapi atau pengaplikasian listrik ke otak, pertama kali digunakan di rumah sakit Amerika.
Tahun 1947
Terdapat Fountain House di New York City untuk mereka yang mengalami sakit mental.
Tahun 1950
Dibentuknya National Association of Mental Health (NAMH) untuk melanjutkan misi Beers dengan mendidik publik Amerika pada isu-isu kesehatan mental dan mempromosikan kesadaran akan kesehatan mental.
Tahun 1952
Obat antipsikotik konvensional pertama, chlorpromazine diperkenalkan untuk pertama kalinya dan digunakan untuk menangani pasien skizofrenia dan gangguan mental utama lainnya.
Tahun 1960-an
Pengenalan obat-obat antipsikotik konvensional seperti halopendol untuk pasien yang gaduh dan kacau. Selain itu media Inggris juga mengungkapkan kesehatan mental melalui orang-orang yang pernah mengalaminya.
C. Gangguan mental dianggap sebagai bukan penyakit
Tahun 1961
Thomas Szasz membuat suatu tulisan berjudul The Myth of Mental Ilness yang berisi dasar teori mengenai "sakit mental" sebenarnya tidaklah betul-betul "sakit" tetapi merupakan tindakan orang yang secara mental tertekan karena harus bereaksi terhadap lingkungan.
Tahun 1970
Mulainya deinstitusionalisasi massal. Pasien dan keluarga kembali pada sumber-sumber mereka sendiri untuk rehabilitasi dan reintegrasi kembali ke masyarakat.
Tahun 1979
NAMH menjadi the National Mental Health Association (NAMH).
Tahun 1980
Muncul perawatan terencana, opname dirumah sakit dalam waktu pendek dan treatment masyarakat sebagai standart penyembuhannya.
D. Melawan Diskriminasi Terhadap Gangguan Mental
Tahun 1990
NMHA berperan penting memunculkan Disabilities Act yang melindungi warga Amerika secara mental dan fisik dari diskriminasi pada pekerjaan, akomodasi publik, transportasi, telekomunikasi dan pelayanan pemerintahan pusat dan lokal.
Tahun 1994
Obat antipsikopakotik atipikalyang pertama diperkenalkan setelah hampir 20 tahun penggunaan obat-obatan konvensional.
Tahun 1997
Peneliti menemukan kaitan genetik pada gangguan bipolar yang menunjukkan bahwa penyakit ini diturunkan.
Sejalan dengan perkembangan zaman, kesehatan mental pun ikut berkembang melalui beberapa tahap:
1. Gangguan mental tidak dianggap sebagai penyakit
Tahun 1600 dan sebelumnya
Di masa ini, masyarakat beranggapan bahwa orang-orang yang mengalami gangguan mental merupakan orang-orang yang melakukan kesalahan ataupun dijadikan media oleh roh-roh, sehingga tidak dianggap sakit dan mereka masih mendapat tempat dalam masayarakat.
Tahun 1692
Masyarakat beranggapan bahwa orang-orang yang terkena gangguan mental merupakan orang-orang yang terkena sihir/guna-guna atau dirasuki setan, sehingga masyarakat membenci mereka yang dianggap memiliki kekuatan sihir.
B. Gangguan mental dianggap sebagai sakit
Tahun 1724
Pendeta Cotton Mather mematahkan takhayul mengenai gangguan mental dengan memperkenalkan pendekatan secara medis.
Tahun 1812
Benjamin Rush menjadi orang pertama yang mencoba menangani penyakit mental secara manusiawi. Kemudian timbullah kepercayaan bahwa cara yang paling tepat menangani orang yang menderita gangguan mental adalah dengan penanganan di rumah sakit jiwa.
Tahun 1843
Tersedia 2.561 tempat tidur dari 24 rumah sakit yang tersedia di Amerika Serikat untuk menangani penyakit mental.
Tahun 1908
Clifford Beers menulis sebuah buku berjudul A Mind That Found Itself yang berisi seluruh laporan pengalamannya selama menjalani penanganan tidak manusiawi di Middletown, Connecticut. Beers kemudian mendirikan Komite Nasional untuk Mental Higiene.
Tahun 1909
Sigmund Freud mengajar psikoanalisa di Universitas Clark di Worcester, Massachusetts
Tahun 1910
Emil Kraepelin orang pertama yang menggambarkan penyakit Alzheimer dan mengembangkan alat tes untuk mendeteksi gangguan epilepsi.
Tahun 1920-an
Komite Nasional untuk Mental Higiene menghasilkan satu set model undang-undang komitmen selain itu komite membantu penelitian-penelitian yang berpengaruh pada kesehatan mental dan treatment.
Tahun 1930-an
Adanya treatmen dari psikiater untuk penderita schizofrenia dengan menginjeksikan insulin yang menyebabkan shock dan koma sementara.
Tahun 1936
Agas Moniz mempublikasikan laporan lobotomi frontal manusia yang pertama.
Tahun 1940-an
Penggunaan elektroterapi atau pengaplikasian listrik ke otak, pertama kali digunakan di rumah sakit Amerika.
Tahun 1947
Terdapat Fountain House di New York City untuk mereka yang mengalami sakit mental.
Tahun 1950
Dibentuknya National Association of Mental Health (NAMH) untuk melanjutkan misi Beers dengan mendidik publik Amerika pada isu-isu kesehatan mental dan mempromosikan kesadaran akan kesehatan mental.
Tahun 1952
Obat antipsikotik konvensional pertama, chlorpromazine diperkenalkan untuk pertama kalinya dan digunakan untuk menangani pasien skizofrenia dan gangguan mental utama lainnya.
Tahun 1960-an
Pengenalan obat-obat antipsikotik konvensional seperti halopendol untuk pasien yang gaduh dan kacau. Selain itu media Inggris juga mengungkapkan kesehatan mental melalui orang-orang yang pernah mengalaminya.
C. Gangguan mental dianggap sebagai bukan penyakit
Tahun 1961
Thomas Szasz membuat suatu tulisan berjudul The Myth of Mental Ilness yang berisi dasar teori mengenai "sakit mental" sebenarnya tidaklah betul-betul "sakit" tetapi merupakan tindakan orang yang secara mental tertekan karena harus bereaksi terhadap lingkungan.
Tahun 1970
Mulainya deinstitusionalisasi massal. Pasien dan keluarga kembali pada sumber-sumber mereka sendiri untuk rehabilitasi dan reintegrasi kembali ke masyarakat.
Tahun 1979
NAMH menjadi the National Mental Health Association (NAMH).
Tahun 1980
Muncul perawatan terencana, opname dirumah sakit dalam waktu pendek dan treatment masyarakat sebagai standart penyembuhannya.
D. Melawan Diskriminasi Terhadap Gangguan Mental
Tahun 1990
NMHA berperan penting memunculkan Disabilities Act yang melindungi warga Amerika secara mental dan fisik dari diskriminasi pada pekerjaan, akomodasi publik, transportasi, telekomunikasi dan pelayanan pemerintahan pusat dan lokal.
Tahun 1994
Obat antipsikopakotik atipikalyang pertama diperkenalkan setelah hampir 20 tahun penggunaan obat-obatan konvensional.
Tahun 1997
Peneliti menemukan kaitan genetik pada gangguan bipolar yang menunjukkan bahwa penyakit ini diturunkan.
Ketiga
Perkembangan Kepribadian Menurut Erikson dan Freud
Erik Erikson mengeluarkan suatu teori yang berkenaan dengan perkembangan sosial seseorang seperti:
Basic trust vs Basic mistrust ( 0 – 1 tahun )
Pada tahap ini kebutuhan akan rasa aman dan ketidaknyamanan menyebabkan konflik pada anak. Apabila rasa aman dipenuhi, maka anak akan mengembangkan dasar kepercayaan pada lingkungannya. Begitu pula sebaliknya bila anak tidak merasakan kasih sayang dan rasa aman, maka anak akan mengembangkan perasaan tidak percaya pada lingkungan.
Authonomy vs Shame and Doubt ( 2 – 3 tahun )
Pengakuan, pujian, perhatian serta dorongan akan menimbulkan perasaan percaya diri, memperkuat egonya. Bila sebaliknya, maka akan berkembang perasaan ragu-ragu.
Initiative vs Guilt ( 3 – 6 tahun )
Bila pada tahap sebelumnya anak mengembangkan perasaan percaya diri dan mandiri, maka ia akan berani mengambil inisiatif, tetapi apabila pada tahap sebelumnya ia mengembangkan perasaan ragu-ragu maka ia akan selalu merasa bersalah.
Industry vs Inferiority ( 6 – 11 tahun )
Pada tahap ini, apabila kemampuan dalam menghadapi tuntutan-tuntutan lingkungan dihargai maka akan berkembang rasa bergairah untuk terus produktif. Sedangkan apabila sebaliknya, maka akan timbul perasaan rendah diri.
Identity vs Role confusion ( 12 tahun )
Anak dihadapkan pada harapan-harapan kelompok dan dorongan yang kuat untuk lebih mengenal dirinya. Apabila berhasil melalui tahap sebelumnya maka ia akan menemukan dirinya, dan bila sebaliknya ia akan merasakan kekaburan peran.
Intimacy vs Isolation
Individu mulai mencari pasangan hidup. Seseorang yang berhasil membagi kasih sayang dan perhatian dengan orang lain akan mendapatkan perasaan kemesraan dan keintiman. Sedangkan yang tidak dapat membagi kasih akan merasa terasing atau terkecil.
Generativity vs Self-absorbtion
Pada tahap ini, individu dituntut untuk membantu orang lain di luar keluarganya. Pengenalan masa lalu dapat menyebabkan individu mampu berbuat banyak sedangkan yang pada tahap sebelumnya lebih banyak mendapatkan pengalaman negatif, maka ia mungkin akan terkurung dalam kebutuhan dan persoalannya sendiri.
Integrity vs Despair
Pada masa ini, individu menengok ke masa lalu. Kepuasan prestasi dan tindakan dimasa lalu akan menimbulkan perasaan puas. Bila merasa semuanya belum siap atau gagal akan timbul kekecewaan mendalam.
Erik Erikson mengeluarkan suatu teori yang berkenaan dengan perkembangan sosial seseorang seperti:
Basic trust vs Basic mistrust ( 0 – 1 tahun )
Pada tahap ini kebutuhan akan rasa aman dan ketidaknyamanan menyebabkan konflik pada anak. Apabila rasa aman dipenuhi, maka anak akan mengembangkan dasar kepercayaan pada lingkungannya. Begitu pula sebaliknya bila anak tidak merasakan kasih sayang dan rasa aman, maka anak akan mengembangkan perasaan tidak percaya pada lingkungan.
Authonomy vs Shame and Doubt ( 2 – 3 tahun )
Pengakuan, pujian, perhatian serta dorongan akan menimbulkan perasaan percaya diri, memperkuat egonya. Bila sebaliknya, maka akan berkembang perasaan ragu-ragu.
Initiative vs Guilt ( 3 – 6 tahun )
Bila pada tahap sebelumnya anak mengembangkan perasaan percaya diri dan mandiri, maka ia akan berani mengambil inisiatif, tetapi apabila pada tahap sebelumnya ia mengembangkan perasaan ragu-ragu maka ia akan selalu merasa bersalah.
Industry vs Inferiority ( 6 – 11 tahun )
Pada tahap ini, apabila kemampuan dalam menghadapi tuntutan-tuntutan lingkungan dihargai maka akan berkembang rasa bergairah untuk terus produktif. Sedangkan apabila sebaliknya, maka akan timbul perasaan rendah diri.
Identity vs Role confusion ( 12 tahun )
Anak dihadapkan pada harapan-harapan kelompok dan dorongan yang kuat untuk lebih mengenal dirinya. Apabila berhasil melalui tahap sebelumnya maka ia akan menemukan dirinya, dan bila sebaliknya ia akan merasakan kekaburan peran.
Intimacy vs Isolation
Individu mulai mencari pasangan hidup. Seseorang yang berhasil membagi kasih sayang dan perhatian dengan orang lain akan mendapatkan perasaan kemesraan dan keintiman. Sedangkan yang tidak dapat membagi kasih akan merasa terasing atau terkecil.
Generativity vs Self-absorbtion
Pada tahap ini, individu dituntut untuk membantu orang lain di luar keluarganya. Pengenalan masa lalu dapat menyebabkan individu mampu berbuat banyak sedangkan yang pada tahap sebelumnya lebih banyak mendapatkan pengalaman negatif, maka ia mungkin akan terkurung dalam kebutuhan dan persoalannya sendiri.
Integrity vs Despair
Pada masa ini, individu menengok ke masa lalu. Kepuasan prestasi dan tindakan dimasa lalu akan menimbulkan perasaan puas. Bila merasa semuanya belum siap atau gagal akan timbul kekecewaan mendalam.
Sedangkan Sigmund Freud mengeluarkan teori perkembangan kepribadian seperti:
Fase oral (0-1 tahun)
Anak memperoleh kenikmatan bersumber pada mulutnya. Objek terdekatnya adalah ibu, terutama saat menyusui. Bila anak tidak menyusui pada ibunya, ia memperoleh kepuasan oral dengan memasukkan jari-jari tangannya ke mulut.
Fase anal (1–3 tahun)
Pusat kenikmatan pada fase ini adalah daerah anus, terutama saat buang air besar. Inilah saat yang tepat untuk mengajarkan disiplin pada anak (termasuk toilet training).
Fase falik (3–5 tahun)
Anak memindahkan kepuasannya pada daerah kelamin. Anak mulai tertarik pada perbedaan anatomis antara perempuan dengan laki-laki. Pada anak laki-laki, keterdekatannya pada ibunya menimbulkan gairah seksual dan perasaan cinta yang disebut Oedipus Kompleks
Peride laten (5–12 tahun)
Ini merupakan masa tenang, walau anak mengalami perkembangan pesat pada aspek motorik dan kognitif pada masa ini. Anak laki-laki lebih banyak bergaul dengan teman sejenis, begitu pula wanita. Sehingga fase ini disebut sebagai periode homoseksual alamiah
Fase genital ( > 12 tahun )
Alat-alat reproduksi mulai berfungsi, pusat kepuasaan berada di daerah kelamin. Libido diarahkan untuk hubungan heteroseksual. Mulai merasakan cinta kepada lawan jenis.
Fase oral (0-1 tahun)
Anak memperoleh kenikmatan bersumber pada mulutnya. Objek terdekatnya adalah ibu, terutama saat menyusui. Bila anak tidak menyusui pada ibunya, ia memperoleh kepuasan oral dengan memasukkan jari-jari tangannya ke mulut.
Fase anal (1–3 tahun)
Pusat kenikmatan pada fase ini adalah daerah anus, terutama saat buang air besar. Inilah saat yang tepat untuk mengajarkan disiplin pada anak (termasuk toilet training).
Fase falik (3–5 tahun)
Anak memindahkan kepuasannya pada daerah kelamin. Anak mulai tertarik pada perbedaan anatomis antara perempuan dengan laki-laki. Pada anak laki-laki, keterdekatannya pada ibunya menimbulkan gairah seksual dan perasaan cinta yang disebut Oedipus Kompleks
Peride laten (5–12 tahun)
Ini merupakan masa tenang, walau anak mengalami perkembangan pesat pada aspek motorik dan kognitif pada masa ini. Anak laki-laki lebih banyak bergaul dengan teman sejenis, begitu pula wanita. Sehingga fase ini disebut sebagai periode homoseksual alamiah
Fase genital ( > 12 tahun )
Alat-alat reproduksi mulai berfungsi, pusat kepuasaan berada di daerah kelamin. Libido diarahkan untuk hubungan heteroseksual. Mulai merasakan cinta kepada lawan jenis.
Keempat
Pengertian Kepribadian Sehat
Pengertian Kepribadian Sehat
Apa sih Pribadi sehat?
Pribadi sehat menurut Allport merupakan pribadi yang tidak didorong oleh konflik-konflik tak sadar dan tingkah laku mereka tidak ditentukan oleh setan-setan yang ada jauh dari mereka.
Orang yang memiliki pribadi sehat dibimbing dan diarahkan oelh masa sekarang dan oleh intensi-intensi ke arah masa depan dan antisipasi-antisipasi masa depan.
Pandangan mereka ke depan, kepada peristiwa-peristiwa kontemporer dan tidak mundur kepada peristiwa masa kanak-kanak.
Finally.. :D
Seperti inilah pembahasan yang dapat saya persembahkan
Karena saya mengetahui terdapat banyak kekurangan disana-sini, maka ada baiknya apabila pembaca memberikan saya masukan agar di artikel selanjutnya bisa lebih baik ;)
SUMBER:
Siswanto.2007.Kesehatan Mental.Yogyakarta: Andi Yogyakarta
Chandra, Budiman.2009.Ilmu Kedokteran Pencegahan dan Komunitas.Jakarta: Kedokteran EGC
Maulana, Heri D.J.2007.Promosi Kesehatan.Jakarta: Kedokteran EGC
Schultz, Duane.1991.Psikologi Pertumbuhan.Yogyakarta: Kanisius
Riyanti, B.P.Dwi., Prabowo, H., dan Puspitawati, I. 1996.Psikologi Umim I. Jakarta: Gunadarma
Diposting oleh
fitri nurhayati
di
12:16 AM
0
komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
Label:
Tugas
About Me
- fitri nurhayati
- seorang perempuan yang lahir di kota Jakarta tercinta sekitar tahun 1992 .
Universitas Gunadarma
some favorite articles
-
Data Statistik Mengenai Penggila Jejaring Sosial Facebook Tugas pertama matematika dan IAD softskill k...
-
Moshi Moshi... :) oke, kali ini kita akan membahas tentang... *EngIngEng~* SELF DIRECTED CHANGE Apa itu Self - Directed - Change...










.jpg)




.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)