Kamis, 14 Juni 2012

celotehan tentang film motivasi

hei..
hari ini ada cerita seru nih, ikutin ceritanya yaa :)


Di jam mata kuliah Kesehatan Mental kali ini ada aktivitas seru!
ngapain hayooo?? :D


"Nonton Film"


hah? nonton?
Asikk asikk~


*sekilas sebelum nonton*


Nanti nonton film apa yaa?
tentang apa?
judulnya apa?
apa mungkin semacam film yang berhubungan dengan psikologi?
Hmmmm~
Semua pertanyaan bermunculan!


*sekilas saat nonton*


Oke sip.
kelas digabung, papan tulis penuh kepala -_______-"
setelah mencari celah di antara ribuan kepalaaa~
Nah! akhirnya bisa liat dengan jelas walau spotnya ga perfect.


Film pertama berlalu : lah? kok filmnya begitu?? cuma cuplikan doang???
Film kedua : Ohhhh~
Film ketiga : Wow~
Film selanjutnya, selanjutnya dan selanjutnya: *uhuk! banjir air mata~


*sekilas setelah nonton*


MAU... MAUUU..
mau filmnyaaaaaaaaa 
mau nonton semuaaaaaaaa
mau nonton sendiri di rumaaaah
mau buat nonton lagi lagi dan lagi 


Oke demikian sekilas info..
Pertanyaan yang muncul:


1. Udah nontonkan? Trus apa tanggapannya?


hmm... cuma sekedar cuplikan sih, tapi maknanya dalem!
kalo anak zaman sekarang bilangnya tuh #Jleb banget :D
beberapa cuplikan itu dari iklan kan?
coba iklan-iklan yang ditayangin di Tv kaya gitu semua
masa sih, ga tersentuh juga hatinya??
ini jadi bahan koreksi juga untuk dunia iklan di Indonesia.
Intinya, lebih baik sedikit tapi bermakna dalem daripada iklan yang panjang lebar tapi maknanya NIHIL!
Toh, kita yang nonton juga lebih suka nonton iklan yang  berisi amanat tapi bahasanya ringan.


Pernah lewat jalan di pembuatan jalan layang Ahmad Yani? deket GOR Bekasi
Disana ada tulisan berbentuk poster besar, semacam pengingat untuk para pekerja agar lebih berhati-hati. 


"Anak dan Istri menunggu di rumah"

Simple kan?
tapi bikin efek besar buat yang baca
*kenapa nyambungnya kesini ya? entahlah~

2. Gimana? Gimana?? Apa manfaat film yang udah ditonton?

manfaatnya itu sih sebenernya cuma satu. Mengingatkan kita.
mengingatkan pada apa? pada banyak hal.
ayah, ibu, ibadah, waktu, ucapan dan lain-lain
banyak hal, hal yang hampir kita lupakan tapi sebenarnya sangat penting.
seperti ucapan, sepele! tapi punya dampak besar buat orang lain
bersyukur kalo dampak positif, kalo dampak negatif?
inilah salah satu manfaatnya.
mengingatkan kita untuk lebih berhati-hati dalam berbicara.

jangan berkata-kata, sebelum kata-katamu mendamaikan

entah kalimat itu dapet dari mana, tau tau ada di binder :P
*untuk pemilik kalimat itu, bisa comment dibawah untuk menghindari plagiarisme ;)

3. Setelah nonton, apa harapan kedepannya??

kita yang nonton itu pasti punya buanyaaak banget harapan
baik untuk diri sendiri, untuk orang tua, untuk keluarga, untuk orang yang disayang (ehh), untuk orang lain, dll

untuk diri sendiri: lebih baik pastinya. lebih positif kedepannya. lebih mantap langkahnya :D

untuk orang tua: semoga bisa selalu ngebahagiain mereka *hug *kisses

untuk keluarga: Please God, i just can hope we are always together forever with the happiness 0:)

untuk orang yang disayang: ehmm.. ada deeeeh :P

untuk orang lain: hey you! yes you.. you must watch it!! 

Rugi loh yang belom nonton. serius!
tapi gimana ya caranya biar semua orang bisa nonton film ini :?
ga semua orang bisa seberuntung gw sekarang. mengenyam bangku kuliah, duduk di depan laptop sambil menikmati dunia dalam dekapan.. :(
kita sama-sama cari jawabannya yaaa :)

Oke.. sampe disini dulu ya celotehan kali ini.
Bermanfaat ya alhamdulillah, kalo nyampah ya mohon maaf :)

Kalo ada yang bingung tentang apa yang lagi bolak balik diomongin disini, silahkan hubungin Ibu Regina :D
Soalnya tadi belom sempet minta copiannya :(



~Kita tak akan tahu apa yang akan terjadi selanjutnya, maka bersiaplah!

Selasa, 24 April 2012

Konsep dan Penerapan Self Directed Change

Moshi  Moshi... :)


oke, kali ini kita akan membahas tentang... *EngIngEng~*

SELF DIRECTED CHANGE

Apa itu Self - Directed - Change ?

Self --> Diri atau Pribadi
            
            Directed --> Mengarahkan
                              
                               Change --> Berubah

Kalo diambil maknanya, disini maksudnya adalah "Mengarahkan Perubahan Diri"

Kita dilahirkan ke dunia sebagai manusia dengan berbagai wujud dan sifat atau pribadi yang berbeda-beda, maka munculah kalimat "manusia itu unik loh.."
Beribu-ribu, berjuta-juta, bermilyar-milyar bahkan bertrilyun-trilyun manusia yang diciptakan Tuhan di dunia ini ga ada yang sama. 7 orang yang mirip kita di dunia aja belum tentu punya pribadi yang sama juga. iya kan??


contoh anak kembar

Bahkan, saudara kembar yang tampilan fisiknya serupa aja pasti punya perbedaan. Unik kan... :D


Sebenernya apasih yang membentuk kita menjadi pribadi yang seperti ini??
  1. Pengaruh Biologis
Karakteristik fisik seperti warna mata dan warna rambut, bentuk tubuh, bentuk hidung, pada dasarnya ditentukan pada saat konsepsi. Intelegensi dan kemampuan khusus tertentu seperti bakat musik dan seni, dalam beberapa hal juga tergantung pada faktor hereditas (keturunan).

   2. Pengalaman

Hasil lain yang besar pengaruhnya terhadap kepribadian adalah hasil hubungan kita dengan lingkungan atau pengalaman. Dibedakan menjadi pengalaman umum dan pengalaman khusus.
  • Pengalaman umum
Semua keluarga dalam suatu budaya tertentu memiliki keyakinan, kebiasaan dan nilai yang umum. Selama perkembangannya, anak belajar untuk melakukan perilaku dengan cara yang diharapkan oleh buudaya tersebut.

  • Pengalaman khusus
Di luar warisan biologis yang unik dan cara penyampaian budaya tertentu, individu dibentuk oleh pengalamn khusus. Setiap orang bereaksi terhadap tekanan sosial dengan caranya sendiri. Disamping itu, sejak lahir seorang anak sudah membawa ciri-ciri tertentu, maka reaksinya terhadap lingkungan atau reaksi lingkungan terhadapnya bersifat khas. Pengalaman unik ini menentukan bagian dirinya yang bersifat khas, unik dan tak ada duanya.


Terus, apakah pribadi baik yang diturunkan secara gen maupun yang kita pelajari melalui lingkungan akan kita terima begitu aja? Apa kita ga bisa merubahnya lagi??

Well, disinilah intinya kita belajar Self Directed Change :)

Mengarahkan perubahan pribadi..
Pribadi kita selalu berkembang seiring berjalannya waktu dengan harapan akan lebih matang dan dewasa pastinya. Namun apabila perkembangan tersebut kita rasa tak sesuai dengan apa yang kita harapkan, kita masih dapat merubahnya?


Jawabannya adalah "YA"


Kita mempunyai hak untuk merubah pribadi kita sesuai yang kita inginkan, selagi perubahan tersebut tidak berpengaruh buruk terhadap orang lain. Artinya, kita bebas untuk berubah namun kebebasan kita dibatasi oleh kebebasan orang lain.


Untuk itu perlu adanya pengarahan.
Gunanya adalah agar perubahan diri kita dapat terkontrol, terarahkan, terkendali sehingga tidak terjadi hal yang tidak kita inginkan.



Pribadi yang ada di diri kita dan kita tanam sejak lama akan kita gunakan sesuai dengan porsinya.

Maksudnya, walaupun kita telah diwarisi ciri fisik dan kepribadian tertentu, kita tetap bisa memilih untuk mengendalikan perilaku dan dampak yang muncul dari pribadi tersebut terhadap orang lain disekitar kita. 
Begitu pribadi tersebut dikenali, kita bisa secara sadar memilih untuk menekan dorongan mendasar bila hal itu dianggap tidak tepat.


Bagaimana cara mengarahkan perubahan diri?
Berikut ini beberapa tahapan untuk melakukan perubahan diri yang terarah.


  1. Meningkatkan kontrol diri

Seperti yang telah disebutkan diatas, bahwa diri kita memiliki kebebasan untuk berubah, namun kebebasan kita dibatasi oleh kebebasan orang lain. Sehingga dibutuhkan pengontrolan diri. Semakin besar perubahan diri yang kita buat, akan semakin besar pengontrolan diri yang kita lakukan.

   2. Menetapkan tujuan

Saat kita sudah memutuskan untuk melakukan perubahan diri, maka disaat itupun kita juga harus sudah menetapkan apa tujuan dari perubahan yang kita lakukan.

   3. Pencatatan perilaku


Melakukan pencatatan perilaku tidak bisa dianggap remeh. Dalam melakukan perubahan diri, ada baiknya apabila melakukan pencatatan perilaku baik perilaku yang ingin diubah maupun perilaku yang telah berhasil diubah.

   4. Menyaring anteseden perilaku


Apa yang dimaksud anteseden?
Anteseden merupakan peristiwa yang dialami saat ini namun peristiwa tersebut merupkan akibat dari peristiwa sebelumnya.
Menyaring anteseden berguna untuk mereview apa saja perubahan yang telah kita lakukan dan apa saja akibat yang telah kita terima dari perubahan tersebut.

   5. Menyusun konsekuensi yang efektif



Setelah menyaring anteseden, dibutuhkan konsekuensi yang efektif untuk mendukung perubahan yang lebih positif. 

   6. Menerapkan pencana  intervensi

Setelah melakukan penyusunan, kita dapat menerapkannya dalam praktek perubahan diri. Apabila penyusunan yang dibuat benar-benar matang, hal tersebut dapat mempermudah dalam melakukan penerapan pencana intervensi.

   7. Evaluasi


Setelah melakukan 6 tahap diatas, evaluasi menjadi tahap terakhir yang tak kalah penting. Tanpa evaluasi, bagai makan tanpa hidangan penutup. Evaluasi dilakukan untuk melakukan penilaian terhadap perubahan yang telah dilakukan. Hasil dari perubahan pun dapat terlihat apakah perubahan yang kita lakukan sesuai yang diharapkan atau justru menyimpang dari harapan.

Demikian pembahasan self directed change kali ini.
Mohon kritik dan saran pembaca agar artikel ini akan menjadi lebih sempurna dan berguna bagi kita semua..
Terima kasih :)




Sumber teori:
Prabowo, Hendro. B.P. Dwi Riyanti.1998.Psikologi Umum 2.Jakarta: Gunadarma
R. Tickle, Naomi.2012.Cara Cepat Membaca Wajah.Jakarta: Ufuk Press
SAP Kesehatan Mental 2012


Sumber gambar:
http://blog.indojunkers.com/2011/06/8-mitos-anak-kembar/
http://hardim.blogdetik.com/2011/08/16/puasa-tidak-mengekang-puasa-justru-me-merdeka-kan/
http://www.bloggerpemula.info/cara-pentingnya-menetapkan-alasan-tujuan-membuat-blog/
http://igcomputer.com/evaluasi-manajemen-2.html

Selasa, 03 April 2012

Midlife Crisis

Jumpa lagi~
Semoga hari ini menjadi hari baik untuk kita semua :)


Ada pembahasan yang gak kalah seru dengan artikel-artikel lain yang udah pernah gw posting.
Oke langsung aja, di kesempatan kali ini gw akan membahas tentang masa-masa Midlife atau Paruh Baya atau Dewasa Tengah

kenapa ngebahas ini??
umur lo kan baru masuk ke masa dewasa awal?

Kenapa? Kenapa? Kenapa?
Karena orang tua gw belakangan ini berubah DERASTISS !!

Bukan bukan, ini bukan masalah berubah jadi power ranger, atau pahlawan apa pun. Ini kondisi emosionalnya berubah 180derajat!
Oke, cukup sekian curhatnya. Kita cari tau alasannya~

Jadi, ternyata orangtua kita yang telah memasuki umur sekitar 40-65tahun sedang mengalami masa krisis paruh baya (Midlife Crisis).


Apa itu Midlife Crisis??










Midlife Crisis merupakan masa dimana penuh stres yang dipicu oleh pengkajian dan evaluasi kembali kehidupan seseorang. Dikonseptualisasikan sebagai sebuah krisis identitas, bahkan disebut juga masa remaja kedua.


Lalu apa penyebabnya? Menurut Elliott Jacques, penyebabnya adalah kesadaran akan kematian.
Banyak orang yang menyadari bahwa mereka tidak akan mampu memenuhi impian masa muda mereka atau bahwa pemenuhan impian mereka tidak membawa kepuasan seperti yang mereka harapkan. Dan mereka tahu bahwa apabila ingin mengubah arah, maka mereka harus bertindak secara cepat.


Levinson berpendapat bahwa kekacauan paruh baya tidak terhindarkan  sebagaimana orang-orang berjuang dengan kebutuhan untuk mengatur ulang hidup mereka.


Namun, istilah krisis paruh baya sekarang dianggap tidak akurat. Terdapat 3 pembagian di masa midlife yaitu:
  • Mengalami krisis
  • Berada di tengah-tengah (tanpa krisis maupun tanpa posisi puncak) bisa mengalami krisis maupun kompeten pada saat-saat atau dalam bidang kehidupan yang berbeda
  • Mengalami posisi puncak


Masa paruh baya mungkin bisa menimbulkan stres namun tidak lebih dari beberapa peristiwa yang dihadapai pada saat berada di masa dewasa awal.


Sepertinya, masa paruh baya hanyalah satu titik balik kehidupan dimana seseorang melibatkan perubahan yang signifikan di dalam makna, tujuan atau arah kehidupan.


Adanya titik balik dipicu oleh peristiwa hidup yang besar atau pemahaman baru tentang masa lalu baik positif maupun negatif dan mereka mungkin menjadi stres.


Walaupun demikian, penelitian telah dilakukan dan banyak responden yang melaporkan pertumbuhan positif dari resolusi yang berhasil terhadap situasi-situasi yang menimbulkan stres.


Jadi..
Persiapkanlah masa paruh baya kita dengan mencapai segala impian di masa muda agar apabila tiba pada waktunya tidak ada lagi kata menyesal, yang ada hanyalah rasa syukur karena pencapaian di posisi puncak!


Demikian pembahasan kali ini, semoga berguna bagi kita semua. :)


Sumber: Papalia, Diane E., Sally Wendkos Olds, Ruth Duskin Feldman. 2009. Human Development Perkembangan Manusia. Jakarta: Salemba Humanika




~I Love You Mom :*

Senin, 26 Maret 2012

Lie To Me !

Bosen nonton sinetron yang gitu-gitu aja?
Keabisan stok film dan bingung mau nonton apa??
Nah.. ini dia!
Serial film seru dan mendidik.
salah satu film yang RECOMENDED buat ditonton !! *Trust me it works*

Well, udah ga sabar??
Yuk mariiii~





Lie to me..
Film asal negeri Paman Sam keluaran sekitar tahun 2009 ini berhasil membuat gw terpana ga bergerak sedikitpun kecuali ada jedah iklan. Iklan?? qo bisa??
soalnya pertama gw nonton itu waktu di tayangin di salah satu saluran Tv swasta di Indonesia :D


Tim Roth sebagai Dr. Cal Lightman
Tokoh utama dengan metode Micro Ekspression-nya

Kelli Williams sebagai Dr. Gillian Foster
Psikiater+negosiator pendamping Dr.Lightman


Brendan Hines sebagai Eli Loker
si kutu buku tampan yang merupakan kolega Dr.Lightman

Monica Raymund sebagai Ria Torres
Kolega Dr.Lightman yang mempunyai kemampuan alami membaca kebohongan

Dr. Lightman single parent yang mempunyai seorang anak gadis berumur belasan tahun sebagai pendiri The Lightman Group dan mempunyai beberapa kolega seperti yang telah disebutkan diatas. 
Mereka bertugas sebagai pengungkap kebohongan atas kriminalitas yang telah terjadi dengan metode Micro Expression dan bahasa tubuh.
Saat ini sudah tersedia 3 session dengan beberapa episode. 

Sekali lagi buat yang tertarik banget dengan ilmu pembaca kebohongan, film ini dikhususkan buat kalian!

Singkat? iyaaa..
Gimana? Semakin penasarankan? jelasss..
Langsung nonton aja deh..
dan bocoran sedikit, biasanya ada di B Channel sekitar jam 9 malam :D

~The Truth is written all over our faces

Kamis, 22 Maret 2012

Mens sana in corpore sano

Tugas Kesehatan Mental 1

Hey Hey ..

quomodohopefully in bene ;)

itu bahasa latin, yang artinyaaa.. apa kabar? semoga dalam keadaan baik :)

Well, kita berjumpa lagi di kesempatan yang sama dengan materi tugas yang berbeda..
Apa Apa???
Sekarang apa yang dibahas??

Ehm.. yang akan kita bahas adalaaaaahh "KESEHATAN MENTAAAAAAL" *GayaDoraemon

oke langsung kita mulai aja.
begini, disini kita akan ngebahas 4 pokok materi yang berhubungan dengan kesehatan mental pastinya!
1. konsep sehat beserta dimensi
2. sejarah perkembangan kesehatan mental
3. pribadi seseorang dapat berkembang menurut Teori Perkembangan Kepribadian Erikson dan Freud
4. penjelasan kepribadian sehat

cukup banyak yaa..
kita coba bahas satu per satu dengan santai tapi fokus! 

Pertama
Konsep Sehat

Apa itu konsep sehat?
Kenapa sehat punya konsep??
Dan apa aja dimensi sehat???

Konsep adalah penggambaran suatu fenomena
Sehat adalah keadaan dimana jiwa dan raga seseorang dalam keadaan baik atau normal

Jadi konsep sehat singkatnya adalah suatu metode yang digunakan untuk menggambarankan keadaan jiwa maupun raga seseorang dalam keadaan baik atau normal

Kenapa sehat punya konsep??
Sebenarnya adanya sebuah konsep adalah untuk mempermudah, sehingga akan lebih mempermudah kita dalam menggambarkan dari kata sehat.

Ada definisi tersendiri dari World Healt Organization (WHO) bahwa sehat adalah suatu kondisi fisik, mental dan kesejahteraan sosial yang merupakan satu kesatuan dan bukan hanya bebas dari penyakit atau kecacatan. 

Dimensi sehat

Hmmm.. dimensi sehat.
apa sehat punya dimensi??

setelah cari kesana kemari ternyata KETEMU nih!
ada salah satu buku yang ngejelasin tentang dimensi sehat. 

1. Dimensi Fisik
    Kemampuan fisik adalah kemampuan menyelesaikan tugas sehari-hari, pencapain kebugaran, menjaga nutrisi, ketetapan proporsi tubuh dari timbunan lemak, bebas dari penggunaan oba, alkohol, rokok dan lain-lain

2. Dimensi Sosial
    Kemampuan sosial adalah kemampuan berinteraksi secara baik dengan sesama dan lingkungannya, dapat menjaga dan mengembangkan keakraban individu, dan dapat menghargai serta toleran terhadap setiap pendapat dan kepercayaan yang berbeda

3. Dimensi Emosional 
    Kemampuan emosional adalah kemampuan mengelola stres dan mengekspresikan emosinya dapat diterima oleh orang lain. Mencakup kemampuan untuk bertanggung jawab, menerima dan menyampaikan perasaan serta dapat menerima keterbatasan orang lain

4. Dimensi Intelektual
    Meliputi usaha untuk secara terus-menerus tumbuh dan belajar untuk beradaptasi secara efektif dengan perubahan baru

5. Dimensi Spiritual 
    Percaya adanya beberapa kekuatan yang diperlukan manusia dalam mengisi kehidupannya. Setiap individu memiliki nilai moral dan etika yang dianutnya

Kedua
Sejarah Kesehatan mental

Gimana dengan sejarah kesehatan mental itu sendiri??
Sejalan dengan perkembangan zaman, kesehatan mental pun ikut berkembang melalui beberapa tahap:

1. Gangguan mental tidak dianggap sebagai penyakit

Tahun 1600 dan sebelumnya
Di masa ini, masyarakat beranggapan bahwa orang-orang yang mengalami gangguan mental merupakan orang-orang yang melakukan kesalahan ataupun dijadikan media oleh roh-roh, sehingga tidak dianggap sakit dan mereka masih mendapat tempat dalam masayarakat.

Tahun 1692 
Masyarakat beranggapan bahwa orang-orang yang terkena gangguan mental  merupakan orang-orang yang terkena sihir/guna-guna atau dirasuki setan, sehingga masyarakat membenci mereka yang dianggap memiliki kekuatan sihir.

B. Gangguan mental dianggap sebagai sakit

Tahun 1724
Pendeta Cotton Mather mematahkan takhayul mengenai gangguan mental dengan memperkenalkan pendekatan secara medis.

Tahun 1812
Benjamin Rush menjadi orang pertama yang mencoba menangani penyakit mental secara manusiawi. Kemudian timbullah kepercayaan bahwa cara yang paling tepat menangani orang yang menderita gangguan mental adalah dengan penanganan di rumah sakit jiwa.

Tahun 1843 
Tersedia 2.561 tempat tidur dari 24 rumah sakit yang tersedia di Amerika Serikat untuk menangani penyakit mental.

Tahun 1908
Clifford Beers menulis sebuah buku berjudul A Mind That Found Itself yang berisi seluruh laporan pengalamannya selama menjalani penanganan tidak manusiawi di Middletown, Connecticut. Beers kemudian mendirikan Komite Nasional untuk Mental Higiene.

Tahun 1909
Sigmund Freud mengajar psikoanalisa di Universitas Clark di Worcester, Massachusetts

Tahun 1910
Emil Kraepelin orang pertama yang menggambarkan penyakit Alzheimer dan mengembangkan alat tes untuk mendeteksi gangguan epilepsi.

Tahun 1920-an
Komite Nasional untuk Mental Higiene menghasilkan satu set model undang-undang komitmen selain itu komite membantu penelitian-penelitian yang berpengaruh pada kesehatan mental dan treatment.

Tahun 1930-an
Adanya treatmen dari psikiater untuk penderita schizofrenia dengan menginjeksikan insulin yang menyebabkan shock dan koma sementara.

Tahun 1936
Agas Moniz mempublikasikan laporan lobotomi frontal manusia yang pertama.

Tahun 1940-an
Penggunaan elektroterapi atau pengaplikasian listrik ke otak, pertama kali digunakan di rumah sakit Amerika.

Tahun 1947
Terdapat Fountain House di New York City untuk mereka yang mengalami sakit mental.

Tahun 1950
Dibentuknya National Association of Mental Health (NAMH) untuk melanjutkan misi Beers dengan mendidik publik Amerika pada isu-isu kesehatan mental dan mempromosikan kesadaran akan kesehatan mental.

Tahun 1952
Obat antipsikotik konvensional pertama, chlorpromazine diperkenalkan untuk pertama kalinya dan digunakan untuk menangani pasien skizofrenia dan gangguan mental utama lainnya.

Tahun 1960-an 
Pengenalan obat-obat antipsikotik konvensional seperti halopendol untuk pasien yang gaduh dan kacau. Selain itu media Inggris juga mengungkapkan kesehatan mental melalui orang-orang yang pernah mengalaminya.

C. Gangguan mental dianggap sebagai bukan penyakit

Tahun 1961
Thomas Szasz membuat suatu tulisan berjudul The Myth of Mental Ilness yang berisi dasar teori mengenai "sakit mental" sebenarnya tidaklah betul-betul "sakit" tetapi merupakan tindakan orang yang secara mental tertekan karena harus bereaksi terhadap lingkungan.

Tahun 1970
Mulainya deinstitusionalisasi massal. Pasien dan keluarga kembali pada sumber-sumber mereka sendiri untuk rehabilitasi dan reintegrasi kembali ke masyarakat.

Tahun 1979
NAMH menjadi the National Mental Health Association (NAMH).

Tahun 1980
Muncul perawatan terencana, opname dirumah sakit dalam waktu pendek dan treatment masyarakat sebagai standart penyembuhannya.

D. Melawan Diskriminasi Terhadap Gangguan Mental

Tahun 1990 
NMHA berperan penting memunculkan Disabilities Act yang melindungi warga Amerika secara mental dan fisik dari diskriminasi pada pekerjaan, akomodasi publik, transportasi, telekomunikasi dan pelayanan pemerintahan pusat dan lokal.

Tahun 1994
Obat antipsikopakotik atipikalyang pertama diperkenalkan setelah hampir 20 tahun penggunaan obat-obatan konvensional.

Tahun 1997
Peneliti menemukan kaitan genetik pada gangguan bipolar yang menunjukkan bahwa penyakit ini diturunkan.




SUMBER:
Siswanto.2007.Kesehatan Mental.Yogyakarta: Andi Yogyakarta
Chandra, Budiman.2009.Ilmu Kedokteran Pencegahan dan Komunitas.Jakarta:       Kedokteran EGC
Maulana, Heri D.J.2007.Promosi Kesehatan.Jakarta: Kedokteran EGC

 

Copyright © let's make a change. Template created by Volverene from Templates Block
WP by WP Themes Master | Price of Silver